7. Paskah di Filipina
Para penganut agama Katolik di Filipina akan secara sukarela "disalibkan" pada hari Jumat Agung untuk menghidupkan kembali penderitaan Yesus, dalam praktik yang sangat mengerikan yang telah dikutuk oleh gereja.
Ribuan orang menyaksikan pemeragaan ulang, yang dikenal sebagai Ritus Prapaskah San Pedro Cutud, di provinsi Pampanga, di mana orang percaya disalibkan untuk menebus dosa-dosa mereka atau berdoa bagi orang lain.
Para peniten secara sukarela memiliki paku berukuran panjang dua inci yang dipalu ke telapak tangan dan kaki mereka oleh orang-orang yang berpakaian seperti perwira Romawi dan dipaku di kayu salib.
kebiasaan tersebut, yang diyakini telah dilakukan sejak tahun 1950-an, juga membuat para peniten lain mencambuk diri mereka sendiri dengan menggunakan tongkat bambu yang diikat ke tali.
8. Paskah di Bermuda
Seperti ekspektasi anda dari sebuah pulau tropis, Paskah jauh lebih santai dan jauh lebih hangat daripada di Eropa. Tepatnya, masyarakat Bermuda dari segala usia suka merayakan Jumat Agung di pantai, di mana mereka menerbangkan layang-layang khusus buatan sendiri dan yang dibeli di toko.
Layangan-layangan tersebut dianggap mewakili kebangkitan Kristus, dan datang dalam berbagai bentuk, warna dan ukuran. Beberapa sangat besar sehingga membutuhkan beberapa orang untuk membawanya ke udara. Bersamaan dengan menerbangkan layang-layang, masyarakat Bermuda juga menikmati makan kue ikan dan roti salib panas di sepanjang tahun ini.
(Salman Mardira)