7 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Usai Divaksin Covid-19

Pradita Ananda, Jurnalis
Rabu 31 Maret 2021 11:20 WIB
Divaksin Covid-19 (Foto: Johns Hopkins Medicine)
Share :

Seiring dengan program vaksinasi nasional yang masih terus berjalan. Sebagian masyarakat Indonesia sudah divaksin Covid-19.

Kini, usai divaksin maka pertanyaan yang timbul adalah bagaimana caranya meminimalisasi efek samping dari vaksin agar tak mengganggu aktivitas sehari-hari. Lalu hal-hal apa saja yang tidak boleh dilakukan?

Jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu, maka disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter masing-masing. Tapi secara umum, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) sudah mengeluarkan sederet pedoman dari para ahli, hal apa saja yang tak boleh dilakukan usai divaksin Covid-19.

Mengutip Huffingtonpost, berikut ulasan singkat 8 hal yang tak boleh dilakukan usai divaksin Covid-19.

 

1. Jangan konsumsi sembarang obat

Obat-obatan di sini khususnya adalah obat OTC (over the counter) alias obat yang bisa dibeli dengan bebas. CDC mengatakan Anda tidak boleh mengonsumsi obat-obatan yang dijual bebas seperti ibuprofen, asetaminofen, dan aspirin sebelum vaksinasi dengan tujuan mencoba mencegah efek samping. Dikatakan Deborah Fuller, ahli mikrobiologi Universitas Washington, karena dengan mengonsumsi obat yang dijual bebas seperti ibuprofen , yang mana adalah antiperadangan yang bisa menumpulkan respons tubuh terhadap vaksin, karena itu dapat mengganggu kemampuan vaksin tersebut untuk memberikan kita respons yang paling kuat.

2. Jangan menato atau menindik tubuh

Kulit adalah penghalang pertama untuk melawan pathogen dan dirancang untuk memicu respons imun. Modifikasi tubuh seperti tato atau tindik dapat merangsang respons kekebalan yang mungkin tidak ingin kita alami dalam kombinasi dengan respons imun dari vaksin. “Jadi sebagai tindakan pencegahan, mungkin jangan dulu menjadwalkan janji temu tato atau piercing Anda dua minggu sebelum atau setelah vaksinasi,” kata Deborah.

 

3. Jangan lakukan vaksinasi lain di waktu bersamaan

CDC saat ini tidak merekomendasikan untuk mendapatkan vaksin yang berbeda, seperti vaksinasi flu, sekitar waktu yang sama dengan Anda divaksin Covid-19. Hal ini mengingat, masih kurangnya data tentang keamanan dan kemanjuran vaksin mRNA Covid-19 yang diberikan bersamaan dengan vaksin lain, rangkaian vaksin harus diberikan sendiri dengan interval minimal 14 hari sebelum atau setelah pemberian dengan vaksin lain. Jika kondisinya tidak benar-benar darurat (contohnya vaksin tetanus karena terluka kena paku), maka tetap prioritaskan vaksin Covid-19.

4. Jangan stop konsumsi obat yang dibutuhkan

Di sini maksudnya, contohnya mengonsumsi steroid yang diperlukan. Jangan berhenti tapi pertimbangkan untuk memberi jarak jika memang bisa. Jika Anda sudah mengonsumsi obat steroid karena kondisi kronis, jangan tiba-tiba mengganti obat Anda sebagai antisipasi menerima vaksin Covid-19.

5. Jangan memaksakan diri berolahraga

Olahraga seharusnya memang bisa-bisa saja dilakukan setelah divaksin. Tapi dengan catatan, tak perlu memaksakan diri untuk tetap berolahraga jika memang setelah divaksin tubuh terasa kurang fit. Dengarkan dan rasakan tubuh kita sendiri, jika merasa baik-baik saja silakan berolahraga. Namun jika merasa tak fit, segera beristirahat.

6. Jangan kekurangan minum air mineral

Usai divaksin, jangan sampai Anda tidak minum. Apalagi jika ingin membantu tubuh memproses respons imun vaksin Covid-19, jaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik dengan cara banyak minum air mineral. Hidrasi penting untuk fungsi sistem kekebalan tubuh, sehingga akan membantu tubuh mengembangkan respons yang lebih baik terhadap vaksin.

7. Jangan suntik dermal filler di waktu bersamaan

CDC mencatat bahwa orang yang memiliki dermal filler mungkin mengalami pembengkakan di atau dekat tempat injeksi filler mereka (vaksinasi dengan Pfizer atau Moderna yakni vaksin berdasarkan mRNA). Vaksin tetap bisa diberikan dengan catatan orang tersebut tidak memiliki kontraindikasi atau tindakan pencegahan untuk vaksinasi. CDC mengatakan, kelompok orang-orang ini disarankan untuk menghubungi penyedia layanan kesehatan mereka masing-masing untuk evaluasi jika mereka mengalami pembengkakan di atau dekat lokasi kulit yang telah di-filler setelah vaksinasi.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya