Meski rumah tangga dibangun berdua, namun pada kenyataan terutama di kalangan masyarakat Indonesia, pekerjaan rumah tangga dan anak-anak masih lebih banyak dipikul oleh wanita sebagai istri dan ibu.
Terlebih di masa pandemi seperti sekarang, kegiatan belajar mengajar yang dilakukan daring, tak ayal menambah stres para ibu di rumah. Mengingat, tak semua orang tua ataupun ibu bisa menjadi guru selayaknya guru profesional yang mengajar di sekolah.
Alhasil, pekerjaan rumah tangga sehari-hari, mengelola keuangan rumah tangga, mendampingi anak sekolah online, ditambah pekerjaan kantor sebagai karyawan professional untuk para ibu pekerja ini, pastinya membuat para ibu jadi kewalahan dan memicu stres serta kecemasan.
Buktinya, dari laporan studi UN Women menunjukkan bahwa sebanyak 57persen wanita mengalami peningkatan stres dan kecemasan, akibat bertambahnya beban mengurus keluarga dan juga pekerjaan rumah tangga, serta permasalahan ekonomi.
Baca Juga : Intip Penampilan Raisa Berbalut Gaun Belahan Tinggi saat Duet dengan 3 Diva
Baca Juga : Adu Gaya Amanda Manopo Vs Memes Prameswari, Siapa Lebih Memesona?
Di sinilah peran suami, sebagai pasangan dan juga ayah sangat dibutuhkan istri agar tanggung jawab dan beban istri di rumah. Lalu bagaimana caranya membagi peran dengan pasangan agar bisa seimbang di rumah?
Psikolog Tiara Puspita, M. Psi, menerangkan kunci utama untuk berbagi peran yang seimbang di rumah dengan pasangan adalah komunikasi bersama pasangan. Jika memiliki pasangan yang tidak berinisiatif bertanya apa kebutuhan sang istri, maka istri bisa langsung bercerita dan meminta bantuan secara terbuka.
“Kalau pasangan enggak inisiatif tanya butuh bantuan apa, ya kita ceritakan apa yang kita lakukan sepanjang hari dengan bilang, saya lelah saya harap kamu bisa bantu saya. Jadi awal komunikasi pakai ‘saya’ bukan ‘kamu’ sehingga pasangan tidak merasa disudutkan atau disalahkan dan justru membantu pasangan untuk menyadari kebutuhan kita,” jelas Tiara, dalam gelaran konferensi pers virtual, Selasa (30/3/2021).