Walaupun para pemain tidak ada yang terpapar virus Corona, namun semuanya harus dikarantina selama dua minggu di hotel. Akibatnya, mereka gagal bertanding memperebutkan piala beregu All England.
Sudah tentu kebijakan seperti ini akan membuat wisman untuk berpikir ulang untuk melakukan wisata ke luar negeri tahun ini, termasuk ke Bali.
Para wisman biasanya akan menunda perjalanan ingga pada tahun depan, 2022, menunggu situasi aman, setelah sebagian besar penduduk dunia sudah divaksin. Dan pandemi COVID-19 menurun.
Zona Hijau
Kebijakan destinasi wisata zona hijau yang hanya meliputi Ubud, Sanur dan Nusa Dua di Provinsi Bali akan membuat wisman berpikir panjang. Mengapa? Wisman mengeluarkan biaya perjalanan yang besar tapi kunjungan wisatanya di Bali hanya terbatas tiga daerah itu.
Banyak destinasi wisata di Bali yang hits di dunia itu tidak berada di zona hijau, misalkan Tanah Lot di Tabanan, wisata alam air terjun banyak di daerah kabupaten Gianyar dan Buleleng, pemandangan gunung dan danau ada di Kintamani, Kabupaten Bangli dan danau Beratan Bedugul, berada di Kabupaten Tabanan.
Seorang pemandu wisata Nyoman Sutiayasa menyatakan bingung membuat paket wisata untuk wisman jika hanya dibatasi di tiga zona hijau, di Ubud, Sanur dan Nusa Dua. Para wisman pasti akan berpikir juga untuk wisata ke Bali jika destinasi wisata yang dapat dikunjunginya hanya terbatas.
Sementara itu kebijakan zona hijau di Bali yakni Ubud, Sanur dan Nusa Dua, telah menimbulkan kecemburuan sosial bagi destinasi wisata lainnya, karena tidak termasuk zona yang dibuka untuk wisatawan. Bahkan Pemkab Buleleng dan Tabanan sudah menyiapkan destinasi wisatanya untuk bisa menerima wisman dan wisatawan domestik.
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengajukan tiga zona pariwisata hijau di wilayahnya yaitu Pemuteran, Lovina dan Munduk. Ia pun mempercepat vaksinasi massal di tiga destinasi wisata tersebut.
Tak mau kalah, Pemkab Tabanan mengusulkan tiga destinasi wisata di wilayahnya yakni Tanah Lot, Ulun Danu Beratan, dan Jatiluwih menjadi zona hijau, yang siap untuk menerima kunjujngan wisatawan.
Di satu sisi wisatawan mancanegara masih enggan melakukan perjalanan wisata karena berbagai aturan terkait COVID-19, sementara di internal Bali sendiri ada kecemburuan terkait penetapan zona hijau untuk pariwisata.
Itulah problematika yang harus diselesaikan oleh pemerintah pusat, Pemprov Bali dan operator pariwisata di Bali, sebelum Pulau Dewata ini dibuka kembali untuk wisatawan mancanegara.
(Salman Mardira)