Problematika Bali Terima Wisatawan Mancanegara di Tengah Pandemi

Antara, Jurnalis
Sabtu 27 Maret 2021 19:02 WIB
Turis mancanegara berbelanja di pasar seni Sukawati, Gianyar, Bali (Antara)
Share :

AGUNG Krishna, salah seorang pekerja hotel berbintang di Ubud, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, antusias ikut vaksinasi COVID-19 beberapa waktu lalu. Itu karena pemerintah telah menetapkan kawasan Ubud, Sanur dan Nusa Dua sebagai zona hijau, yang dapat menerima kunjungan wisawatan mancanegara dan nusantara.

“Kami para pekerja hotel di Ubud dan sebagian besar pekerja pariwisata di Bali sudah tidak kerja selama setahun. Ngangur. Ekonomi keluarga berantakan,” kata Agung Krishna.

Bukan hanya Agung Krishna yang kesulitan ekonomi, hampir semua bisnis di Bali terkena dampak parah dari pandemi Covid-19. Pariwisata telah menjadi tulang punggung perekonomian Bali. Dan sektor pariwisata ini paling terkena dampak buruk dari pandemi.

Baca juga: Wisatawan Sudah Divaksin COVID-19 Bisa Liburan ke Thailand Tanpa Karantina

Ketua PHRI DPD Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya seringkali mengungkapkan kondisi pariwisata Bali sudah parah. "Situasi dan kondisi di Bali sudah sangat parah, sudah berdarah-darah,” tegas Rai Suryawijaya. Bali sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, perlu diselamatkan kesehatannya dan juga bisnis pariwisatanya.

Mendengar kebijakan pemerintah untuk membuka Bali bagi wisman di tiga zona hijau membuat para pekerja pariwisata dan masyarakat pulau Dewata merasa hidupnya bergairah kembali. Penerbangan internasional di Bandara Ngurah Rai akan dibuka kembali.

Pemandangan di Ubud, Bali (Telegraph)

Menteri pariwisata dan ekonomi kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno yang sudah berkantor di Bali dan Gubernur Bali I Wayan Koster sudah lama menyampaikan ketiga kawasan wisata yakni Nusa Dua, Sanur, dan Ubud ditetapkan sebagai zona hijau, yang aman untuk menerima wisman.

Hal itu digongkan kembali ketika Presiden Jokowi datang ke Bali untuk meninjau vaksinasi massal di Ubud dan kabupaten Badung. Setelah kunjungan presiden itulah, Sandiaga Uno memperkirakan dibukanya kembali Bali terima wisman sekitar Juni-Juli 2021.

Untuk mempersiapkan itu, Menparekraf meninjau kesiapan Bandara Ngurah Rai. Setelah melalui rapat koordinasi, rencananya ada empat negara yang menjadi pintu masuk wisman ke Bali yakni Uni Emirat Arab dan Qatar, China, Singapura, dan Belanda.

Namun menarik wisman ke Bali tidaklah semudah yang diperkirakan. Ada sejumlah tantangan yang bisa jadi kendala wisman datang ke Bali. Dan tantangan itu sebagian di luar kemampuan otoritas pemerintah Indonesia.

Pembatasan pergerakan 

Pandemi COVID-19 telah melanda dunia. Berdasarkan data Worldometers, 25 Maret 2021, ada 125.327.779 kasus COVID-19 di dunia. Sebanyak 101.171.020 orang sembuh, dan 2.755.275 orang meninggal dunia. Sejumlah negara besar seperti Amerika, Brasil, India, Rusia dan Perancis, penduduknya banyak terjangkit COVID-19.

Untuk mencegah penyebaran virus Corona dan kematian akibatnya, semua negara melakukan pembatasan pergerakan manusia. Banyak negara memberlakukan “lock down” atau mengunci, menutup sebuah kota atau negara. Akibatnya ekonomi lumpuh, terutama pariwisata.

Baca juga: Liburan ke Bali, Seksinya Awkarin Main Jetski

Hampir semua negara membatasi pergerakan warganya, termasuk bepergian atau wisata keluar negeri demi mencegah penyebaran COVID-19.

Contohnya Kanada, tidak melarang warganya pergi keluar negeri, tapi jika warganya pergi keluar negeri, maka saat kembali wajib dites COVID-19 dan diisolasi selama tiga hari di sebuah hotel, dengan dikenakan biaya 2.000 dolar Kanada (sekitar Rp22 juta). Jika tidak terjangkit COVID-19, warganya wajib isolasi selama dua minggu di rumahnya.

Kebijakan ini sudah pasti membuat warganya berpikir untuk wisata ke luar negeri.

Contoh lain di Inggris, kasus tim bulutangkis Indonesia untuk All England, terpaksa dikeluarkan dari kejuaraan tersebut hanya karena di dalam pesawat yang mereka tumpangi, Turkey Airlines, ada penumpang yang dinyatakan positif COVID-19.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya