Erna melanjutkan, selain asupan makanan yang memengaruhi gizi para anak dan remaja, faktor lainnya adalah belajar secara daring. Di mana para pelajar ini hanya memantau pelajaran secara virtual sehingga kurang bergerak.
"Salah satu dampak dari pandemi Covid-19. Tingginya frekuensi jumlah penderita obesitas, di mana kita di depan komputer. Saya melihat bahwa beberapa anak mengalami penambahan berat badan, karena sambil zoom mereka sambil makan, ya sambil ngemil. Nah ini adalah salah satu dampaknya,"terangnya.
"Obesitas pada anak-anak itu bisa jadi karena faktor genetik yang kedua pola dan kebiasaan makan dan yang ketiga penurunan aktivitas fisik," pungkasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)