Ratna menambahkan, penanggulangan bencana yang responsif gender merupakan isu lintas bidang yang melibatkan banyak pihak. Selain itu, semua unsur tersebut, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, media massa, dan masyarakat luas harus memiliki kesadaran gender, komitmen dan melakukan praktik yang responsif gender.
"Penelitian terkait isu gender juga harus lebih banyak dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai persoalan di masa pandemi ini. Semua bertujuan untuk
melindungi kelompok rentan dari kekerasan berbasis gender, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT),
kekerasan terhadap anak, dan berbagai dampak negatif dari pandemi Covid-19 lainnya," terangnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)