Demi menghindar dari bahaya senjata konvensional, pesawat yang akan mendarat di daerah konflik harus dalam kondisi gelap dan mengambil sudut kemiringan untuk mendarat lebih tinggi dari biasanya.
“Pertama kita akan melakukan high steep approach. Sudut arahnya misalkan tiga derajat, kita jadi lebih tinggi 3,5 sampai 4 derajat. Lebih curam, supaya orang-orang yang memakai senjata konvensional, yang bisa mencapai ketinggian 1.000, 2.000 feet paling enggak kita hindari. Soalnya udah sering ditembak,” tutur Kapten Syahreza.
“Take off juga sama. Kita take off dengan climb rate yang cukup tinggi supaya dengan sesegera mungkin kita meninggalkan daerah konflik itu dan jarak senjata-senjata konvensional itu gak sampai,” lanjutnya.
(Dewi Kurniasari)