SETIAP maskapai pesawat punya seragam yang menjadi ciri khas para pramugarinya. Seragam ini menambah rasa bangga ketika pramugari mengenakannnya dan berjalan dengan anggun di tengah bandara melewati ribuan calon penumpang.
Kebanyakan masyarakat awam menyukai seragam yang dikenakan pramugari karena menganggapnya sangat cantik. Nyatanya, ada rasa tidak nyaman yang kadang pramugari rasakan karena seragam tersebut.
Yolevrin, mantan pramugari Singapore Airlines, membicarakan hal-hal menarik terkait seragam yang telah menemaninya bekerja sekira tiga tahun lamanya. Apa saja ya?
Baca Juga: Pramugari Anisa Fajar Pamer Bikini di Kolam Renang, Duh Cantiknya!
Tidak lecek walaupun belum disetrika
Kain yang digunakan maskapai asal Singapura untuk membuat seragam para pramugarinya bukan merupakan bahan yang mudah kusut. Ditambah lagi dengan motif batik yang cukup ramai, membuat kerutan-kerutan kecil di sekitar seragam tidak akan terlalu terlihat.
Beberapa pramugari akan menyetrika seragam mereka setelah dicuci. Namun bagi Evrin, ia sangat jarang, bahkan hampir tidak pernah menyetrika seragamnya. Ia akan menggantungnya setelah seragam selesai dijemur. Mantan pramugari itu mengungkapkan, meski belum disetrika, seragamnya tidak lecek.
“Ini tuh pattern-nya kan bunga-bunga ya, guys, kayak batik. Nah, ini tuh mau kalian cuci, masukin mesin cuci, keluar, itu udah kayak langsung rapi. Gak usah disetrika lagi … Kalau aku sih dulu, kayaknya gak pernah aku setrika sama sekali. Karena setiap kali, udah keluar dari mesin cuci aku tinggal gantung, ya udah. Besokannya kayak udah langsung licin aja gitu, guys,” ucap Evrin dalam video yang baru-baru ini diunggahnya.