Tiket mulai dari USD577 atau sekira Rp8,3 juta untuk kelas ekonomi. Harga itu sudah termasuk biaya kegiatan yang direncanakan dalam tamasya misteri.
"Selain membantu membawa lebih banyak orang kembali bekerja, penerbangan misterius ini adalah cara lain untuk mendukung operator pariwisata di kawasan regional khususnya, yang telah terpukul sangat keras oleh aturan pembatasan perjalanan," tambah Tully tentang gagasan tersebut.
Qantas, sementara itu, telah bermain-main dengan jenis rencana perjalanan baru sejak awal pandemi. Pada tahun 2020, maskapai penerbangan mengoperasikan "Penerbangan ke Tempat-tempat", yang berangkat dan mendarat kembali di bandara yang sama, serta "Penerbangan ke suatu tempat", yang memungkinkan penduduk Australia mengunjungi Uluru untuk bermalam sebentar.
Maskapai minggu lalu mengumumkan akan melanjutkan penerbangan internasional oleh Qantas Airways dan maskapai hemat Jetstar paling lambat 31 Oktober. Jadwal diperpanjang empat bulan dari jadwal sebelumnya pada bulan Juli.
(Salman Mardira)