PENURUNAN jumlah penumpang kereta dan pesawat Shinkansen, Jepang di tengah pandemi COVID-19 menempatkan fasilitas komersial di stasiun dan bandara dalam situasi yang sulit.
Kondisi ini memaksa banyak dari mereka untuk tutup sementara atau selamanya layanan, tetapi beberapa menawarkan layanan baru yang sesuai era pandemi untuk bertahan hidup.
Dilansir dari Japan Times, Minggu (7/3/2021), banyak toko di Esca, pusat perbelanjaan bawah tanah di dekat gerbang tiket Shinkansen di Stasiun Nagoya, menutup sementara pintu mereka, bahkan selama jam makan siang.
Baca juga: Status Darurat COVID-19 Diperpanjang, Restoran dan Bar Wajib Tutup Jam 8 Malam
“Pelanggan kami dulunya adalah pelancong bisnis ke Nagoya, tetapi mereka tidak akan datang lagi,” kata Takatoshi Hara, manajer penjualan dari perusahaan yang mengoperasikan Esca.
“Orang-orang menahan diri untuk tidak mengadakan pertemuan makan siang atau makan malam. Pekerja kantor bekerja jarak jauh dan mereka tidak bepergian. Ini pukulan tiga kali lipat," lanjutnya.
Dengan lokasinya yang dekat dengan gerbang Jalur Tokaido Shinkansen, lebih dari separuh pelanggan fasilitas ini adalah orang-orang yang mengunjungi Nagoya dari wilayah Kanto dan Kansai untuk bisnis atau hiburan.
Baca juga: Kisah Kakek Sugiono, Pemandu Wisata yang Jadi Aktor Film Porno
Di tengah pandemi, jumlah penumpang Shinkansen turun menjadi sepertiga dari tahun sebelumnya, yang juga menekan penjualan di toko-toko Esca. Beberapa restoran dan toko di Esca tutup sementara sejak tahun lalu sebagai tanggapan atas keadaan darurat yang diumumkan pada Januari.
“Jumlah orang yang datang ke mal bawah tanah telah berkurang setengahnya dari tahun sebelumnya, dan penjualan telah turun secara signifikan bahkan selama akhir pekan dan hari libur, saat itulah biasanya meningkat,” kata Hara seorang pedagang di Esca.
“Kami masih optimis selama keadaan darurat pertama musim semi lalu, tetapi sekarang kami tidak memiliki prospek untuk masa depan," imbuhnya
Baca juga: 17 Destinasi Wisata Menikmati Bunga Sakura di Indonesia, Jepang hingga Korea
Situasinya bahkan menjadi lebih sulit untuk toko-toko di Bandara Internasional Chubu Centrair di Tokoname, Prefektur Aichi.
Separuh dari semua penumpang telah melakukan perjalanan dengan penerbangan internasional, sehingga kemungkinan besar tidak segera kembali, dan penerbangan domestik yang telah pulih sejak musim gugur lalu menurun lagi setelah keadaan darurat kedua diumumkan.
Pada Februari 2021, penerbangan domestik tetap berada di sekitar 40% dari tingkat sebelum pandemi, dengan sekitar 38 perjalanan pulang-pergi sehari.
Hanya satu maskapai penerbangan yang beroperasi di terminal kedua bandara, yang didedikasikan untuk maskapai penerbangan bertarif rendah.
Penjualan fasilitas komersial di bandara turun pada tahun 2020 menjadi sekitar 20% dari angka tahun sebelumnya. Enam puluh toko kira-kira setengah dari semua penyewa ditutup sementara.