Menggaungkan Musik Tradisional dan Identitas Flores Lewat Aksilarasi 2021

Antara, Jurnalis
Minggu 07 Maret 2021 15:00 WIB
Atraksi Caci, tarian perang di Liang Ndara, Manggarai Barat, NTT (Antara/Kornelis)
Share :

Tercatat, pada tahun 2020 Aksilirasi telah menghasilkan 16 karya, meliputi seni musik sebanyak tiga karya yakni Sompo, Flores Human Orchestra, dan Labuan Bajo World Band. Delapan karya seni pertunjukan yang terdiri dari tiga tari berbasis tradisi, dua tarian animal pop komodo, dan seni pertunjukan teater.

Kemudian terdapat naskah yang terdiri dari, cerita rakyat, pertunjukan kolosal. Ada pula seni rupa berupa site specific. Selanjutnya, 4 karya penerbitan yang terdiri dari 3 dummy buku seri mengenal Labuan Bajo, dan 1 peta jelajah Labuan Bajo.

Tahun 2020 banyak karya kreatif yang dihasilkan. Tidak ketinggalan, “Flores Human Orchestra (FHO)" dari sub sektor musik misalnya menelurkan harmoni nada baru yang sangat merdu dan enak didengar.

Sementara pada seni tari contohnya "animal pop Komodo" merupakan produk kreatif seni gerak yang didesain bergaya modern. Bahkan atraksi ini sempat membuat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno terpukau, ketika menyaksikannya secara langsung.

"Kalau untuk animal pop komodonya saya usul lebih banyak kearifan lokalnya, kemudian nanti akan saya undang untuk tampil di Monas," ujar Sandiaga Uno.

Super desitinasi

Program Aksilarasi selain sebagai upaya pengembangan destinasi pariwisata berbasis masyarakat, metode pendampingan ini dirasa sangat cocok dan efektif membantu masyarakat di Labuan Bajo yang disiapkan menjadi seniman-seniman berkarakter kuat yang mampu menghasilkan karya spektakuler.

Langkah ini juga menjadi salah satu upaya serius pemerintah dalam mengembangkan destinasi super prioritas Labuan Bajo menuju destinasi super premium berkelanjutan melalui penguatan sumber daya manusia.

Saat ini langkah taktis agenda selanjutnya dimulai dengan menginkubasi 46 peserta dari subsektor musik yang tergabung dalam grup "Flores Human Orchestra.

Inkubasi ini berlangsung selama 16 hari yang sudah dimulai sejak awal Maret 2021. Sub sektor musik yang telah memulai kegiatannya ini disiapkan untuk menghasilkan 12 karya yang nantinya akan dijadikan katalog musik.

Produk ini rencananya akan dimainkan di sejumlah destinasi wisata di Labuan Bajo, Flores bahkan juga di seluruh kawasan wisata di NTT. Selain itu akan dimainkan juga maskapai penerbangan, bandar udara, dan area publik lainnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya