Menggaungkan Musik Tradisional dan Identitas Flores Lewat Aksilarasi 2021

Antara, Jurnalis
Minggu 07 Maret 2021 15:00 WIB
Atraksi Caci, tarian perang di Liang Ndara, Manggarai Barat, NTT (Antara/Kornelis)
Share :

MUSIK tradisional dengan genre pop terdengar merdu di telinga. Bunyi gendang dan gitar membuat siapa pun yang mendengarnya ikut merasa terhibur.

Saat itu, 15 orang berdiri melingkar bernyanyi bersama. Cuaca panas dan terik matahari tidak menyurutkan semangat untuk berdendang bersama.

Itulah yang dilakukan sekelompok seniman musik di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur yang menamakan diri “Flores Human Orchestra”

Baca juga: Labuan Bajo Bakal Jadi Medical Tourism?

Semangat yang mengebu-gebu para seniman itu tidak lain karena mereka mendengar bahwa program Aksilarasi (Aksi Selaras Sinergi) dari Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif kembali dilaksanakan pada 2021.

Aksilarasi merupakan program pendampingan yang diinisiasi Kemenparekraf dalam penciptaan produk ekonomi kreatif unggulan di bidang musik, seni pertunjukan, seni rupa, dan penerbitan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengembangan pariwisata di Labuan Bajo.

Progam Aksilarasi diharapkan dapat membangun talenta-talenta yang ada di Manggarai Barat dan Labuan Bajo, untuk menciptakan karya-karya baru yang berangkat dari akar budaya yang dapat mengundang daya tarik turis mancanegara untuk berkunjung.

“Program Aksilirasi ini ini membuat kami merasa dilibatkan, berjalan beriringan dengan kemajuan Labuan Bajo," ujar Hendrikus Hardi, salah seorang seniman.

Program aksilarasi memberikan manfaat yang bagus bagi para seniman musik di Labuan Bajo. Bagi seniman musik, program tersebut justru melibatkan mereka sebagai pelaku utama dalam pariwisata, bukan sebagai seorang penonton.

Bagi seniman musik di kawasan wisata itu, program dari Kemenparekraf ini memacu kemampuan mereka dalam bermusik semakin terasah. Mereka juga akhirnya bisa berbangga diri bahwa mereka dianggap sebagai “orang penting” dalam pengembangan pariwisata di Labuan Bajo.

Baca juga: 17 Destinasi Wisata Menikmati Bunga Sakura di Indonesia, Jepang hingga Korea

Aksilarasi yang merupakan program pendampingan dari Kemenparekraf ini juga didukung penuh oleh Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF).

Agenda ini melibatkan sinergi lintas sektoral yang bertujuan untuk menjaring dan mengembangkan potensi kreatif lokal.

Aksilirasi pertama kali diselenggarakan pada November 2020. Setelah dievaluasi dan dianggap cukup sukses, Aksilarasi kemudian disiapkan untuk kembali diselenggarakan pada 1-15 Maret 2021 tentunya dengan agenda yang lebih menarik lagi.

Program aksilarasi akan dilaksanakan selama lima tahun dengan tahapan per tahun yang telah direncanakan dengan proses pendampingan terhadap komunitas atau kelompok atau juga masyarakat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya