Pada penderita kardiometabolik misalnya (faktor risiko terjadinya penyakit jantung di antaranya diabetes, obesitas, kolesterol , trigliserida serta tekanan hipertensi), telah memiliki chronic inflammation atau peradangan kronis di dalam tubuhnya sejak lama.
“Kalau sudah ada peradangan kronis yang berlangsung lama, otomatis sistem imunitas tubuh juga menurun,” terang DR. med. Dr. Maya Surjadjaja, M. Gizi, SpGK, FAAMFM.
Itulah mengapa penderita komorbid lebih rentan terhadap penularan Covid-19. Faktor yang kedua adalah adanya reseptor ACE2, yaitu enzim yang menempel pada permukaan luar sel (membran sel) di hampir semua organ.
Misalnya, di paru-paru, arteri, jantung, ginjal, dan usus. "Reseptor ini mempunyai afinitas yang kuat dengan virus SARS-CoV-2” jelas dr. Maya.
Ikatan dengan reseptor ACE2 inilah yang memicu virus corona untuk masuk ke dalam sel inang. Sehingga gejala Covid-19 ada di organ-organ tersebut dan sangat bervariasi, seperti gangguan pernapasan, batuk, radang tenggorokan, peradangan hati, kejang, nyeri sendi, ruam di kulit, penurunan fungsi indra pengecap dan pembau, hingga diare.
(Martin Bagya Kertiyasa)