PRAMUGARI jetBlue, Kalina Collier, mengklaim bahwa ia telah diculik saat berlibur di Jamaika. Kini ia telah kembali ke Amerika Serikat setelah menghabiskan 14 hari karantina di sebuah hotel resort di pulau itu.
Media lokal melaporkan bahwa Kalina Collier memposting kasus tersebut ke media sosial. Mengatakan bahwa dia ditahan di luar keinginannya dan takut diperdagangkan selama karantina, tetapi pejabat setempat membantah hal tersebut.
Kisah itu diduga dimulai setelah Kalina tiba di Jamaika pada 28 Januari untuk akhir pekan yang singkat. Ia terkonfirmasi positif Covid-19 setelah melakukan tes antigen, beberapa hari sebelum penerbangan kembali untuk memenuhi persyaratan CDC untuk internasional.
Kalina kemudian melakukan tes antigen kedua yang memberikan hasil negatif. Namun hal ini mendorong Kementerian Kesehatan dan Kebugaran Jamaika untuk memesan tes polymerase chain reaction (PCR) yang lebih sensitif. Hasilnya pun positif dan menyebabkan Kalina dipaksa masuk ke karantina wajib 14 hari.
Alih-alih mengirimnya ke tempat karantina yang dikelola pemerintah, hotel tempat Kalina menginap tampaknya mengizinkannya untuk tinggal di sana selama masa isolasi, tetapi pramugari yang berbasis di New York itu ingin keluar secepat mungkin.