Tidak diketahui bentuk perlakuan tidak pantasnya seperti apa. Namun Prima menjelaskan bahwa setelah kejadian, korban sempat syok berat dan menangis. Pramugari tersebut lalu melaporkannya ke kru kabin. Petugas keamanan bandara pun dihubungi secepatnya.
“Kita langsung panggil security bandara. Terus abis panggil security bandara, kita berusaha kejar penumpangnya. Tapi ternyata penumpangnya lebih cepat larinya,” tambah Prima.
Meski sempat melarikan diri, pihak maskapai tentu punya data diri setiap penumpang yang menggunakan pesawatnya. Mau lari kemanapun, pelaku tetap bisa ditemukan oleh pihak keamanan.
Sebelum menutup ceritanya, Kapten Edward meminta agar masyarakat tidak memandang sebelah mata suatu pekerjaan. Khususnya pramugari yang sering kali dicap jelek. Ia dan kru kabin lainnya selalu berusaha untuk bekerja seprofesional mungkin. Ia juga mengharapkan agar para penumpang selalu menjaga sikap dan etika selama di pesawat.
“Itu kan (pramugari) anak-anak baru lulus SMA, masih berusaha buat cari kerja biar mandiri. Tapi kalau digituin sedih juga ya rasanya. Ayolah kita beretika,” ujar Kapten Edward F Limbong.
(Dewi Kurniasari)