Wanita Jepang Mulai Tinggalkan Tradisi 'Giri Choco' saat Hari Valentine

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis
Senin 15 Februari 2021 12:02 WIB
Wanita Jepang sedang melihat produk cokelat yang marak dijual saat Hari Valentine (Foto: The Guardian)
Share :

“Kami bersiap untuk penurunan penjualan setidaknya 20 persen dibandingkan tahun lalu,” sebut perwakilan toko swalayan di Fukuoka, barat daya Jepang, kepada Mainichi Shimbun.

Tradisi pemberian cokelat sebagai hadiah di Hari Valentine telah diluncurkan secara komersial di Jepang pada pertengahan 1950-an, dan berkembang menjadi pasar jutaan dolar.

Namun, beberapa perusahaan telah melarang praktik tersebut yang oleh beberapa orang dilihat sebagai bentuk pelecehan kekuasaan sehingga menyebabkan lebih banyak wanita memilih membeli cokelat untuk diri mereka sendiri atau teman dekat.

Menurut MyVoice Communications, sebuah firma riset internet di Tokyo, 56,8 persen pria dan wanita yang disurvei pada tahun 2010 mengatakan bahwa mereka telah memberi atau menerima hadiah Valentine, tetapi pada tahun lalu angka itu turun menjadi 44,6 persen saja.

Terlepas dari upaya para produsen untuk menghasilkan ide baru dan mendorong pembelian online, Asosiasi Peringatan Jepang, sebuah kelompok yang mempromosikan kesadaran akan budaya dan adat istiadat Negeri Sakura sejak jauh-jauh hari telah memperingatkan bahwa tradisi Giri Choco kini menuju 'gerbang kepunahan'.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya