Seto Mulyadi atau Kak Seto menyampaikan kabar mengejutkan. Lewat unggahan foto, Kak Seto mengabarkan dirinya mengidap kanker prostat.
"Dan setelah melakukan beberapa kali pemeriksaan, ternyata saya didiagnosa mengidap kanker prostat," tulis Kak Seto menyertai unggahan foto dirinya yang terbaring di tempat tidur rumah sakit dikelilingi keluarganya itu.
Kanker prostat sendiri merupakan salah satu penyakit yang sering dialami oleh pria. Melansir dari Mayo Clinic, kanker prostat mulai terbentuk ketika sel-sel di prostat mengembangkan perubahan DNA mereka.
Perubahan tersebut membuat sel untuk tumbuh dan membelah lebih cepat daripada sel normal. Sel abnormal terus hidup, ketika sel lain mati.
Sel abnormal yang terakumulasi membentuk tumor yang dapat tumbuh untuk menyerang jaringan di sekitarnya. Pada waktunya, beberapa sel abnormal dapat pecah dan menyebar (bermetastasis) ke bagian tubuh lainnya.
Selain itu, ada 4 faktor risiko seorang pria rentan terkena kanker prostat yang dilansir dari Mayo Clinic, Sabtu (13/2/2021).
1. Pria lanjut usia
Risiko seorang pria terkena kanker prostat meningkat seiring bertambahnya usia. Ini paling umum terjadi setelah usia 50 tahun.
Baca Juga : Kesehatan Menurun, Kak Seto akan Operasi Kanker Prostat
Baca Juga : Intip Cibeby si Miyabi Indonesia Berbalut Cheongsam Seksi
2. Suku dan ras
Untuk alasan yang belum ditentukan, orang kulit hitam memiliki risiko lebih besar terkena kanker prostat daripada orang dari ras lain. Pada orang kulit hitam, kanker prostat juga lebih cenderung menjadi agresif atau lanjut.
3. Riwayat keluarga
Jika kerabat sedarah, seperti orangtua, saudara kandung atau anak, telah didiagnosis menderita kanker prostat, maka risiko Anda mungkin meningkat. Selain itu, jika memiliki riwayat keluarga dengan gen yang meningkatkan risiko kanker payudara, risiko terkena kanker prostat juga mungkin lebih tinggi.
4. Obesitas
Orang yang mengalami obesitas mungkin memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker prostat dibandingkan dengan orang yang dianggap memiliki berat badan yang sehat. Pada orang gemuk, kanker lebih cenderung menjadi lebih agresif dan lebih mungkin untuk kembali setelah perawatan awal.
(Helmi Ade Saputra)