Nisan Peninggalan Kerajaan Aceh di Lokasi Proyek Tol Harus Diselamatkan

Antara, Jurnalis
Jum'at 12 Februari 2021 03:02 WIB
Nisan kuno diduga peninggalan Kerajaan Aceh ditemukan di lokasi proyek tol (Foto: Antara/Khalis Surry)
Share :

ANGGOTA Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI asal Aceh, Nasir Djamil menyatakan batu nisan makam diduga peninggalan Kerajaan Aceh yang ditemukan di lokasi proyek pembangunan jalan tol Sigli-Banda Aceh (Sibanceh) harus diselamatkan. Langkah itu sebagai upaya pelestarian cagar budaya bagi generasi penerus di masa mendatang.

“Hanya ada satu kata, yaitu selamatkan. Karena ini juga akan menjadi warisan bagi anak cucu kita ke depan, mereka bisa melihat dan membaca bahwa Aceh punya peninggalan,” kata Nasir di saat meninjau lokasi penemuan batu nisan di Kajhu, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (11/2/2021).

Menurut Nasir, di satu sisi harus disyukuri dengan adanya pembangunan jalan tol sehingga bisa mengetahui bahwa tersimpan batu nisan peninggalan Kerajaan Aceh di sebagian lokasi pembangunan gerbang Tol Sibanceh seksi 6 Kuta Baro-Baitussalam tersebut.

Baca juga: Geger! Puluhan Batu Nisan Makam Kesultanan Aceh Ditemukan di Lokasi Proyek Tol

Jenis batu nisan yang ditemukan terdiri dari berbagai level, mulai milik ulama, raja-raja, Ulee Balang (pemimpin) dan lainnya. Apabila nantinya ahli menyebutkan bahwa ini sebagai salah satu kawasan inti peninggalan Kerajaan Aceh, kata dia, maka tentu akan menjadi informasi baru bagi masyarakat Aceh dan Nusantara.

“Jadi, mari kita selamatkan untuk menjaga warisan masa lalu. Meskipun hanya batu, tidak bernyawa, tapi ini bisa menceritakan kepada kita bagaimana posisi dan peran mereka dulu,” katanya.

Nasir meminta semua pihak pemangku kepentingan harus bermusyawarah guna mencari solusi terkait dengan persoalan itu, apakah batu nisan tersebut dipindahkan ke tempat lain atau tetap di lokasi semula, sehingga dikemas menjadi sebuah destinasi wisata religi.

Baca juga: Tata Destinasi Wisata Unggulan, Pemkot Aceh Bangun 3 Dermaga

“Di satu sisi pembangunan (jalan tol) sudah berjalan, dan juga kita ingin diselamatkan (cagar budaya). Jadi dua-duanya penting, pembangunan penting dan ini juga penting untuk diselamatkan,” tutur Nasir.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya