SEMUA destinasi wisata yang ada di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat ditutup saat libur Imlek 2021 pada Jumat hingga Minggu, 12-14 Februari, untuk mencegah terjadinya kerumunan yang berpotensi makin menyebarnya COVID-19.
"Khusus untuk Bukittinggi memang ditutup semua. Itu kesepakatan bersama Forkopimda setempat," kata Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Satake Bayu di Padang, Kamis (11/2/2021).
Baca juga: Cegah Kerumunan, Klenteng Madiun Nihil Perayaan Imlek Tahun Ini
Bukittinggi salah satu daerah tujuan wisata di Sumbar. Objek wisata terkenal di wilayah itu antara lain Jam Gadang, Taman Margasatwa Kinantan, Lembah Ngarai Sianok, Lobang Jepang, Istana Bung Hatta, Monumen Bung Hatta, Benteng Fort de Kock, Museum Rumah Adat Baanjuang, Janjang Saribu, dan lainnya.
Lobang Jepang di Bukittinggi (Okezone)
Sementara itu destinasi wisata di daerah lainnya tetap beroperasi, namun dilakukan pembatasan untuk menekan penyebaran COVID-19.
Ia mengatakan pembatasan selama tiga hari itu hanya dilakukan dalam hitungan jam di sejumlah lokasi wisata.
Menurut dia pembatasan yang dilakukan yakni satu orang pengunjung yang berada di sana hanya boleh maksimal empat jam saja.
"Nanti gantian lagi yang masuk, petugas akan mendata siapa saja yang masuk itu,” kata dia.
Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan unsur Forkopimda Sumbar terkait pembatasan kunjungan objek wisata dan tempat keramaian yang ada di Kota Padang tersebut.
"Kita ingin menekan angka keramaian di lokasi wisata yang berpotensi menyebarkan virus COVID-19," kata dia.
Baca juga: Kemeriahan Imlek di Berbagai Negara, dari Singapura hingga Seoul
Sebelumnya Sumatera Barat mencatat 5.433 kali menegur masyarakat di daerah itu terkait penerapan protokol kesehatan pada Minggu 7 Februari.
Pada hari itu pihak kepolisian menegur warga yang tidak mengenakan masker, tidak menjaga jarak sosial di sejumlah destinasi wisata yang ada di daerah tersebut.
Polresta Padang menjadi yang paling banyak memberikan teguran langsung kepada masyarakat pada Minggu 7 Februari yakni 712 kali.