SEORANG pramugari maskapai Singapore Airlines (SIA) berusia 41 tahun positif virus corona, padahal sudah menerima vaksin. Selain dia, empat penumpang pesawat itu juga dinyatakan terinfeksi COVID-19.
Pramugari asal Singapura itu jadi orang kelima yang diketahui positif COVID-19 dalam penerbangan turnaround dari Singapura ke Dubai, Uni Emirat Arab.
Menurut Kementerian Kesehatan Singapura, kelimanya terjangkit virus jenis B117, yang lebih menular dari virus corona.
Baca juga: Kisah-Kisah Tragis Dialami Pramugari, Jatuh dari Pesawat hingga Pelecehan Seksual
Pramugari itu berangkat dari Singapura ke Dubai, pada 30 Januari 2021. Ia kembali pada 1 Februari tanpa turun dari pesawat.
Sebelumnya, sang pramugari telah menerima vaksin Pfizer-BioNTech dosis pertama pada 2 Februari.
"Karena vaksin tidak mengandung virus hidup, dia tidak mungkin terinfeksi karena vaksinasi. Ada kemungkinan seseorang terinfeksi sebelum atau setelah vaksinasi karena biasanya diperlukan beberapa minggu bagi seseorang untuk membangun kekebalan setelah menyelesaikan vaksinasi,” kata Kementerian Kesehatan seperti dilansir dari The Straits Times, Rabu (10/2/2021).
Pada 4 Februari, pramugari tersebut dikatakan mengalami anosmia atau kehilangan indra penciuman. Namun, ia tidak mengeceknya ke dokter.
Ia baru menjalankan tes COVID-19, pada Minggu 7 Februari 2021 sebagai bagian dari persyaratan otoritas penerbangan sipil Singapura.
Baca juga: Pria Ini Dilarang Naik Pesawat Selama 10 Tahun karena Kasari Pramugari
Hasil tes pada Senin 8 Februari, perempuan itu dinyatakan positif COVID-19. Ia pun dibawa ke Pusat Penyakit Menular Nasional untuk diambil sampelnya dan melakukan isolasi. Hari berikutnya, ia menjalani tes lagi dan hasilnya masih positif corona.
Infeksi tersebut diyakini baru ia dapatkan. Pasalnya pada 22 Januari lalu setelah melakukan penerbangan, ia telah melakukan tes COVID-19 dan berhasil negatif. Tes serologinya juga negatif.