Di sisi lain, apa yang dilakukan pada pencandu narkoba untuk membuatnya menghilangkan perasaan 'enak' yang sesat tersebut?
Mei menjelaskan, pada umumnya mereka dibuat untuk memahami mengapa harus menjauhi narkoba, apa manfaatnya, dan diajak berpikir logis. Tidak hanya itu, mereka juga dikuatkan secara psikologis bahwa kebutuhan menggunakan narkoba untuk tenang atau merasa lebih kuat itu pikiran yang salah.
Lebih lanjut, pikiran para pencandu narkoba juga akan diarahkan ke kegiatan yang bermanfaat sehingga fokusnya teralihkan ke hal yang lebih positif. "Pengalihan ini penting supaya otaknya enggak hanya mikir tentang narkoba dan mulai memperbaiki diri dengan kegiatan yang lebih berfaedah," tambah Mei.
Hal penting dari itu semua, kata Mei, ketika seseorang sudah diperbolehkan keluar dari pusat rehabilitasi, diharapkan orang tersebut sudah menjadi pribadi yang baru. Karena itu, sangat penting untuk mengatur ulang lingkungan pertemanan dan menguatkan terus niat untuk sembuhnya.
"Apa yang terjadi pada Ridho Rhoma bisa jadi pelajaran untuk kasus-kasus selanjutnya bahwa apakah memang proses rehabilitasinya kemarin sudah efektif atau belum. Apa yang harus dievaluasi," katanya.
"Hal penting lainnya adalah memahami motivasi mereka karena itu sangat menentukan apakah mereka akan kembali atau benar-benar berhenti menggunakan narkoba," tambah Mei.
(Dyah Ratna Meta Novia)