Apa yang terjadi pada Ridho Rhoma membuktikan bahwa orang yang sudah direhabilitasi tetap bisa terjerumus kembali. Salah satu faktornya adalah tidak ada niat untuk benar-benar sembuh.
Parahnya lagi, jenis narkoba yang dipakai Ridho Rhoma berbeda dari apa yang dia pakai pertama kali. Ya, pada Maret 2017 putra Rhoma Irama tersebut menggunakan sabu, sedangkan 2021 dia mencoba narkoba jenis lain yaitu ekstasi.
"Apa yang terjadi pada Ridho Rhoma itu parah banget. Saya enggak habis pikir, di usianya yang sudah tidak lagi remaja bahkan pernah direhab sebelumnya, tidak membuat dia mikir sehat," ungkap Psikolog Klinis Meity Arianty, Senin (8/2/2021).
Lantas, apakah eksplorasi jenis narkoba yang Ridho Rhoma lakukan itu karena dia takut kehilangan 'rasa enak' yang sebenarnya salah besar.
Ditanya apakah Ridho Rhoma tak takut untuk lepas dari jeratan narkoba, Menurut Mei yang pernah praktek kerja di BNN Lido Sukabumi, Jawa Barat, Ridho Rhoma bukannya tidak takut untuk lepas dari narkoba.
"Dia hanya sudah merasa nyaman menggunakan narkoba dan dirasa membantu membuatnya bebas dan lepas dari beban masalah-masalah yang di hadapinya. Dia juga seakan enggak peduli dengan efeknya atau masalah di kemudian hari, bukan karena enggak mikir ke arah situ namun dia masih sulit mengontrol dirinya," ungkapnya.
Eksplorasi tersebut diduga karena ada rasa 'enak' yang diterima Ridho Rhoma dan itu kemungkinan bisa membantunya melepaskan beban hidupnya atau masalah lain.