Dicky pun mengimbau agar pemerintah tak terburu-buru mengambil tindakan untuk menerapkan GeNose sebagai alat skrining Covid-19. Sebab, alat buatan anak bangsa tersebut sejatinya belum sampai pada titik finish uji klinis.
"Alat itu masih diuji, meski sudah dapat izin penggunaan darurat, tapi masih perlu penelitian lebih lanjut untuk sampai akhirnya bisa dipergunakan masyarakat luas," paparnya.
Ia pun khawatir bahwa GeNose itu akan menciptakan 'false negative' yang besar sekali. Sebab, sekali lagi alat tersebut uji klinisnya dilakukan di rumah sakit bukan untuk populasi umum. Sehingga, pengujian pada orang tanpa gejala atau bergejala ringan itu tidak terdata.
"Alat GeNose itu belum matang secara ilmiah. Mungkin di 'paper' potensial sekali, tapi kalau untuk diterapkan di masyarakat, saya rasa sebaiknya jangan dulu. Pemerintah saya sarankan tahan dulu penggunaan alat ini sampai hasil uji klinisnya benar-benar final," ujarnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)