INFEKSI cacing kremi adalah infeksi paling umum yang menyerang usus besar manusia. Biasanya, infeksi parasit ini terjadi pada anak balita dan anak usia 5-10 tahun. Namun, ini juga tidak menutup kemungkinan bahwa orang dewasa juga dapat terinfeksi.
Infeksi ini sangat menular dan menyebar dari satu individu ke individu lain, ketika saling menyentuh tanpa mencuci tangan. Saat orang yang terinfeksi menggaruk area anus, telur cacing bisa mengenai jari dan mencemari tempat di sekitarnya.
Cacing kremi dapat berkembang biak. Telur cacing kremi yang telah masuk ke dalam tubuh manusia akan menetap dan menetas di saluran pencernaan. Orang yang terinfeksi biasanya timbul gejala berupa gatal-gatal pada area anus atau kelamin, insomnia, mudah tersinggung, gelisah, sesekali sakit perut, dan mual.
Anda dapat mencegah dengan membersihkan anus dengan benar setiap pagi, mengganti pakaian dalam setiap hari, sering mencuci tangan, dan tidak menggaruk area yang gatal. Selain itu, Anda juga dapat mencoba beberapa pengobatan rumahan seperti dilansir dari The Health Site berikut ini.
Bawang putih
Bawang putih mengandung sifat antibakteri, antivirus, dan antijamur yang dapat membantu mengatasi infeksi. Anda bisa makan bawang putih mentah atau mencampurkan bawang putih cincang dengan petroleum jelly. Oleskan langsung ke area yang terkena. Namun, jangan lakukan ini jika ada kulit yang terluka atau teriritasi.
Wortel
Wortel kaya akan serat, yang membantu melancarkan sistem pencernaan dan mendorong buang air besar secara teratur. Penelitian telah menunjukkan bahwa wortel membantu mendorong cacing kremi keluar dari usus.
Minyak Kelapa
Minyak kelapa mengandung khasiat menenangkan, yang dapat membantu mengatasi beberapa masalah, salah satunya infeksi cacing kremi. Oleskan minyak di sekitar area anus untuk mencegah cacing kremi betina bertelur. Tetapi, pastikan Anda tidak alergi terhadap minyak kelapa.
Biji labu
Biji labu mengandung cucurbitacin, yang terbukti efektif melawan parasit pada usus. Anda bisa makan biji labu atau mencampurkannya dengan air dan mengoleskannya di area yang terkena.
(Martin Bagya Kertiyasa)