PERNIKAHAN adalah tujuan akhir setiap pasangan. Menikah tidak hanya membutuhkan rasa cinta dan sayang, tapi juga kesehatan lahir dan batin dari kedua mempelainya.
Selain melakukan segala persiapan khas pernikahan seperti dekorasi, fitting baju, dan katering, penting halnya bagi para calon pengantin untuk memeriksa kesehatan dan melakukan sejumlah tes sebelum melangsungkan pernikahan.
Premarital Check-up atau pemeriksaan kesehatan pranikah, penting dan memiliki sejumlah manfaat, yaitu mengenali kondisi kesehatan, risiko, hingga riwayat masalah kesehatan calon pengantin. Hal ini dilakukan supaya calon pengantin dapat melakukan upaya pencegahan dan penanganan kesehatan sedini mungkin.
Apa saja yang harus dites? Berikut pemeriksaan yang perlu dilakukan sebelum menikah melansir dari video edukasi yang diunggah Dokter Gilang :
Pemeriksaan Golongan Darah dan Rhesus
Ini adalah pemeriksaan yang penting dilakukan. Berfungsi untuk menghindari perbedaan rhesus antara bayi dan ibunya kelak. Rh-negatif pada perempuan dan Rh-positif pada laki-laki memiliki resiko menimbulkan ketidaksesuaian yang berakibat fatal pada anak.
Pemeriksaan Darah Lengkap
Terdiri dari serangkaian tes yang mencakup leukosit, hematokrit, trombosit, Hb, eritrosit, hingga laju endap darah. Pemeriksaan darah lengkap tujuannya untuk mengetahui keadaan umum masing-masing calon pengantin. Bagi perempuan, pemeriksaan tingkat Hb akan membantu mengetahui risiko thalassemia.
Pemeriksaan TORCH
Terdiri dari Toxoplasma, Rubella, Citomegalovirus, dan Herpes. Pemeriksaan TORCH bertujuan untuk menghindari cacat bawaan pada janin dan katarak congental, serta kemungkinan komplikasi lainnya. Pemeriksaan ini juga berfungsi untuk menghindari keguguran dan kelahiran prematur.