Setelah semuanya clear, Vina Kembali ke kabin belakang ditemani dengan petugas ground staf untuk mengambil tas dan dompetnya untuk membayar makanan yang ia pesan.
“Baru sampai kabin bagian tengah, kami berdua lihat-lihatan. Karena samar-samar terdengar suara orang sedang berzikir dari kabin belakang.
Meski merinding dan takut, Vina dan petugas ground staf itu tetap pergi ke belakang untuk mengecek khawatir ada hal-hal yang tidak diinginkan. Namun setelah dicek, ternyata tidak ada siapapun.
Baca Juga: Kisah Pulau Terpencil Dihuni 62 Orang, Bagaimana Mereka Bertahan Hidup?
“Kita pun turun pesawat, lalu berjalan menuju terminal bandara. Sesampainya di terminal, aku buka HP dan ternyata mas-mas ground staf tadi ternyata WhatsApp aku dan dia bilang ‘maaf ya mbak sebenarnya tadi saya mau ngomong langsung di atas tapi saya takut. Saya lihat ada penumpang di kabin belakang berdiri nyender ke pintu lavatory pakai jilbab panjang kayak mukena. Makanya saya ajak Mbak Vina buat cepet-cepet turun," ungkapnya.
“Tanganku gemeteran, aku enggak bisa berkata apa-apa. Mengingat sosok yang sama seperti yang dibicarakan mas ground stafnya," pungkasnya.
(Dewi Kurniasari)