SEBAGIAN negara pernah mengalami musim salju akibat perubahan suhu ekstrem yang terjadi. Namun, siapa sangka jika ternyata gurun pasir yang terkenal gersang dan panas bisa juga tertutup oleh salju.
Nah, belum lama ini, dunia dikejutkan oleh fenomena langka terkait Gurun Sahara. Gurun Sahara, gurun panas terbesar di dunia, yang menutupi sebagian besar Afrika Utara, telah tertutup oleh salju setelah suhunya yang turun hingga minus 2 derajat Celsius.
Melansir laman News18, fenomena langka itu direkam oleh fotografer lokal Karim Bouchetata, yang menunjukkan selimut salju telah menutupi area dekat kota gurun Ain Sefra di Aljazair pada 13 Januari lalu, hingga viral di media sosial.
Baca juga: Wisata Gurun Pasir, Pilihan Sempurna Liburan Musim Dingin di Arab Saudi
Suhu di sana turun menjadi minus 2 derajat Celsius, di mana suhu ini merupakan penurunan suhu yang sangat langka pada sebuah gurun.
(Foto: Instagram/@kaaarimo)
Ain Sefra, juga dikenal sebagai 'pintu gerbang ke gurun', terletak 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan dikelilingi Pegunungan Atlas. Meski jarang terjadi, namun ini bukan pertama kalinya salju turun di Gurun Sahara.
Sudah menjadi fakta umum bahwa gurun memiliki kondisi cuaca ekstrem. Pada malam hari, udara kering kehilangan panasnya dengan lebih cepat daripada udara lembab.
Baca juga: Riyadh Oasis Dimulai, Wisatawan Bisa Rasakan Liburan Mewah di Tengah Gurun Pasir
Angin bergerak searah jarum jam di sekitar area bertekanan tinggi di belahan bumi Utara, menarik udara Artic yang dingin. Meski jarang, tetapi itu bukan berarti tidak mungkin dan masyarakat dunia sudah menyaksikannya secara nyata.
Sebuah formasi bertekanan tinggi di Eropa, menyebabkan udara dingin dari Artic ditarik ke bawah, menuju ke Eropa selatan dan mendarat di Gurun Sahara. Udara dingin ini kemudian naik ke permukaan Ain Sefra, yang berujung pada turunnya salju.