Sementara itu, Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I) Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid menyatakan pihaknya tetap fokus pada objek pencarian terutama jenazah, karena ini menjadi harapan bagi keluarga korban.
"Serpihan juga tetap dievakuasi, apabila kita melihat kondisi beacon (sinyal pandu) yang ditemukan beberapa hari lalu ada kemungkinan CVR tertutup oleh serpihan pesawat," ujar Rasyid.
Badan SAR Nasional memperpanjang masa pencarian korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu hingga 18 Januari 2021.
Sebagaimana diketahui pesawat Sriwijaya Air SJ-182 jatuh dalam penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Pontianak, Sabtu 9 Januari 2021 siang. Pesawat jatuh di perairan Kepulauan Seribu, sesaat baru lepas landas.
(Salman Mardira)