BEBERAPA orang bepergian saat pandemi karena urusan bisnis, pekerjaan lain, atau sekadar liburan dengan pesawat terbang. Namun risiko penularan Covid-19 masih terus muncul, sehingga Anda harus tahu mana kursi yang aman di pesawat.
Sebelum melakukan penerbangan, biasanya orang memilih kursi di pesawat dengan mempertimbangkan luas ruang kaki dan fasilitas. Kini, transmisi Covid-19 yang tinggi membuat mereka lebih memikirkan tingkat risikonya.
Menjaga jarak menjadi suatu kewajiban untuk mengurangi ancaman penyebaran virus. Sebagian besar maskapai yang beroperasi pun menutup kursi tengah pesawat agar posisi antar penumpangnya tidak terlalu berdekatan.
Baca Juga: Daftar 20 Maskapai Penerbangan Teraman di Dunia Tahun 2021
Beberapa tempat di pesawat memiliki risiko penularan tertinggi. Namun, ada sederet cara terbaik untuk tetap aman dalam penerbangan. Berikut pilihan kursi teraman di pesawat, yang Okezone rangkum dari Times of India, Rabu (6/1/2020).
Kursi dekat jendela
Meskipun sejumlah kursi tengah pesawat ditutup sebagai pembatas jarak sosial, ada cara terbaik untuk menghindari penularan virus Covid-19. Salah satunya dengan memilih tempat duduk di dekat jendela. Kursi ini dikatakan aman karena tidak tersentuh banyak orang.
Menurut para ahli, risiko tertinggi ada pada kursi di dekat lorong pesawat yang menjadi tempat berlalu lalang. Banyaknya penumpang dan karyawan maskapai yang berjalan melintasi lorong pesawat, akan semakin besar pula kemungkinan mereka menyentuh permukaan kursi.
Dengan adanya kursi pembatas di tengah, orang yang duduk di kursi dekat jendela cenderung memiliki risiko penularan yang sangat kecil. Sebagian besar kuman dan virus yang menyebar melalui droplet tidak dapat bergerak melebihi jarak satu meter.
Kursi bagian belakang
Jika memungkinkan, pilihlah kursi di bagian belakang pesawat. Tempat ini memiliki risiko infeksi yang lebih rendah dibandingkan dengan bagian depan pesawat. Orang yang berlalu lalang di daerah ini tidak begitu banyak.
Perlu diingat, memilih tempat duduk di dekat jendela atau bagian belakang pesawat saja tidak akan membuat diri aman dari penularan Covid-19. Risiko ini tergantung pada lingkungan sekitar dan seberapa dekat dengan orang yang terinfeksi. Penting untuk melakukan sanitasi sesuai protokol kesehatan.
Risiko infeksi juga meningkat pada seseorang di bandara, atau koridor perjalanan lainnya, yang mungkin kebersihannya tidak memadai. Situasi bandara yang ramai orang dan ventilasi tidak terlalu baik juga memungkinkan banyak permukaan tersentuh.
Baca Juga: Kulineran Sambil Menikmati Segarnya Air Terjun Lembang, Sejuk Banget!
Risiko kecil tertular Covid-19 di pesawat
Bepergian saat pandemi memang berisiko tertular virus corona. Akan tetapi, sejumlah penelitian mengatakan, menggunakan transportasi udara tidak terlalu berisiko dibandingkan mengunjungi toko makanan dan toko lainnya.
Penerbangan tentunya menerapkan protokol kesehatan dan pemeriksaan keamanan yang ketat. Tindakan sanitasi juga dilakukan di antara perjalanan. Ini memastikan pesawat dibersihkan secara menyeluruh dan menghilangkan kuman atau virus sebelum penumpang naik.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat juga menjelaskan, risiko penularan virus di dalam pesawat berada di sisi lebih rendah. Hal ini karena sistem sirkulasi udara dan filter di dalam pesawat yang baik.