Selanjutnya dari segi pasien, proses terapi harus dilakukan sesuai dengan indikator yang kondisi mereka masing-masing. Dalam hal ini yang berhak menentukan kapan transfusi plasma konvalesen dapat dilakukan hanya bisa diputuskan oleh dokter yang mengetahui riwayat pasien.
Bila dokter telah menentukan waktu yang tepat untuk melakukan terapi atau transfusi, pasien biasanya akan menerima sekira 400 mililiter plasma darah yang dibagi menjadi dua kantung. Ada juga penelitian yang menyebut 1 kantung atau 200 ml plasma darah saja sudah cukup kuat.
Baca juga: Kemenkes Dorong Dinkes Terapkan Terapi Plasma Konvaselen untuk Pasien Covid-19
Namun, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan hal ini, mengingat setiap pasien memiliki gejala dan kondisi yang berbeda-beda.
"Secara garis besar 400 ml dengan dua kali transfusi. Proses transfusinya ada yang 6 jam, 12 jam, ada juga yang 24 jam. Perlu diingat terapi plasma konvalesen itu hanya terapi pendukung, bukan utama atau terapi tunggal. Jadi ada beberapa indikator lain yang memengaruhi," ujar dr Elida.
Setelah pasien menjalani terapi plasma konvalesen, dokter akan memberikan penilaian terkait efektivitas terapi tersebut dalam kurun waktu 24 jam.
"Beberapa penelitian baik di China dan beberapa negara lainnya, dampak dari terapi ini dapat menekan angka kematian yang lebih signifikan dan mempercepat durasi rawat pasien," tandasnya.
(Hantoro)