Pengusaha tersebut mengklaim bahwa serbuk gergaji "mikrobiologis" yang digunakan dalam rotinya adalah "produk herbal" yang mirip dengan dedak. Oleh karena itu, bahan ini cocok sebagai pengganti tepung.
Sebagaimana diketahui, penggunaan historis serbuk gergaji dan produk sampingan kayu lainnya dalam makanan sudah banyak dilakukan sejak 1700-an hingga hari ini.
Baca juga: Cocok buat Camilan Sore, Bikin Kue Mug Yuk!
Menurut Conucopia Institute, pada 1700-an, pembuat roti di Eropa mulai menggunakan serbuk gergaji dalam produk mereka. Alhasil, mereka dapat menurunkan biaya dan menarik lebih banyak pelanggan.
"Pada titik tertentu, beberapa penggilingan pintar berkata, 'Hei, bagaimana jika kita menggabungkan tepung dengan serbuk gergaji?'," ungkap sejarawan makanan Penn State Bryan McDonald kepada Cornucopia Institute.
Baca juga: Mudah Lho Bikin Red Velvet Cake Sendiri, Simak Nih Caranya
Namun, serbuk gergaji dan bahan-bahan seperti bubur kayu, tepung kayu, serta selulosa ditemukan dalam makanan pada 2016. Misalnya, uji lab yang dilakukan oleh Bloomberg Business menemukan bubur kayu dan selulosa dalam beberapa merek keju yang dijual di Amerika Serikat (AS).
Keputusan Pengadilan Jerman untuk melarang penjualan kue yang mengandung serbuk gergaji belum mengikat secara hukum, sebab pembuat roti masih memiliki opsi untuk mengajukan banding.
(Hantoro)