Mengutip Businessworld.in, pada 8 Desember 2020, Turki mencatat rekor kasus Covid-19 terbesar hingga menyentuh angka 33.198 per hari.
Menurut Rusmiati, pengalaman Turki menimbulkan kekhawatiran bagi para pelaku usaha pariwisata.
"September lalu, Turki itu bebas banget. Lalu jumlah kasusnya meningkat tajam. Jadi saya mendukung jika pemerintah memutuskan untuk menutup pintu masuk WNA untuk sementara," kata Rusmiati.
"Sebetulnya Januari nanti merupakan Anniversary ASITA yang ke-50 tahun. Dan kami sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk menandakan awal bangkitnya pariwisata Indonesia. Namun karena adanya kebijakan ini, kami akan menyiapkan lagi strategi baru dalam 2 minggu ini. Jadi setelah dibuka kita bisa langsung kita tancap gas," tandasnya. (sal)
(Rizka Diputra)