Ia mengatakan, selain terapi alarm, masih ada pilihan lain antara lain uroterapi, diuretik, antikolonergik, hingga penggunaan obat seperti desmopressin untuk mengatasi anak mengompol pada malam hari.
Cara kerja desmopressin yakni dengan mengurangi produksi urin ke tingkat normal pada malam hari. Jika terapi awal menunjukkan perbaikan maka dilanjutkan hingga 3 bulan, tetapi jika tidak ada perbaikan maka dokter bisa menambahkan dosisnya.
"Terapi yang dilakukan perlu disesuaikan dengan penyebab yang mendasari pasien seperti pemantauan perawatan memainkan peran yang penting untuk keberhasilannya," pungkasnya.
Baca juga: Hasilkan HIV Positif Palsu, Vaksin Covid-19 Australia Ditinggalkan Peneliti
(Hantoro)