MENGOMPOL ketika tidur di malam hari masih dialami sejumlah anak. Bahkan di antara mereka yang mengompol tergolong sudah cukup besar, yakni berusia di atas 5 tahun. Banyak yang bertanya, mengapa hal ini masih bisa terjadi pada anak?
Anak yang sudah berusia 5 tahun lebih tapi masih mengompol bisa menjadi pertanda enuresis atau pengeluaran air seni tanpa terkendali. Ini bisa ditangani salah satunya dengan memperbaiki pola makan menjadi lebih sehat.
Baca juga: Anak Usia 5 Tahun Lebih Masih Mengompol, Wajarkah?
Kepala Departemen Urologi FKUI-RSCM Irfan Wahyudi menyarankan para orangtua membatasi pola makan tinggi protein atau garam serta asupan cairan anak pada malam hari.
"Perbaikan gaya hidup yang dapat dilakukan yakni menghindari konsumsi cairan berlebih pada malam hari, memastikan konsumsi cairan yang cukup sepanjang hari, menghindari diet tinggi protein, garam pada malam hari (karena menginduksi diuresis)," ungkapnya dalam konferensi pers virtual, seperti dikutip dari Antara, Minggu (20/12/2020).
Ingatkan anak untuk berkemih atau pipis sebelum tidur dengan posisi buang air kecil yang baik dan benar. Kemudian bisa memberi penghargaan jika anak tidak mengompol.
Selain itu, ada juga terapi yang dianjurkan, salah satunya terapi alarm yang memungkinkan alarm berbunyi dan membuat anak terbangun lalu pergi ke kamar mandi saat celana anak basah akibat mengompol.
Baca juga: Viral Bule Cantik Susah Payah Goreng Tempe, Netizen: Neng Pake Minyak Banyak
Terapi dengan tingkat keberhasilan mencapai 80 persen ini dilakukan selama 2 sampai 3 bulan atau sampai anak bebas mengompol selama 14 hari. Angka kekambuhan usai anak menerapkan terapi alarm dikatakan cukup rendah.
"Tentunya peran orangtua sangat penting dalam terapi ini. Terapi dianggap berhasil jika anak tidak mengompol selama 1 bulan tanpa pemaikaian alarm, dan kebanyakan akan membuahkan hasil yang baik setelah 3 sampai 4 bulan terapi," ucap Irfan.