MASYARAKAT Indonesia masih banyak yang mengalami anemia atau kekurangan darah. Sebanyak 50 sampai 60 persennya dilaporkan akibat kekurangan zat besi. Masalah anemia sendiri di Indonesia didominasi diderita oleh ibu hamil dan anak kecil.
Terkait hal ini, Spesialis Gizi dan Ketua Departemen Ilmu Gizi FK UI dr Nurul Ratna Mutu Manikam MGizi SpGK mengatakan sangat penting mengetahui penyebab kurangnya zat besi dalam tubuh. Pasalnya, anemia dapat menyebabkan dampak berbahaya bagi tubuh.
Baca juga: Ini Peran Penting Zat Besi untuk Tumbuh Kembang Anak
Dalam webinar bertajuk 'Kekurangan Zat Besi Sebagai Isu Kesehatan Nasional di Indonesia dan Dampaknya Terhadap Kemajuan Anak Generasi Maju', Kamis 17 Desember 2020, dr Nurul memaparkan enam penyebab seseorang kekurangan zat besi, yaitu:
1. Terlambat memperkenalkan MPASI
Misalkan sudah mengetahui bahwa memperkenalkan makanan pendamping ASI (MPASI) bisa dimulai pada usia bayi 5 bulan, tapi ternyata orangtuanya ragu, ini berisiko menyebabkan anemia.
2. Kurang protein
Pola konsumsi orang Indonesia kurang asupan protein yang bersumber dari hewani. Mungkin ini faktor kebiasaan dari keluarga, sehingga banyak masyarakat takut untuk makan daging, ikan dengan berbagai alasan.
"Padahal sumber protein hewani kaya akan zat besi dibandingkan dengan sumber makanan yang ada pada nabati," sambungnya.
Baca juga: Ini 5 Makanan Tinggi Zat Besi, Nomor 1 Daging Merah
3. Kurang konsumsi fortifikasi zat besi
Para orangtua diimbau tidak takut memberikan anaknya makanan yang sudah difortifikasi. Sebab kalau hanya mengambil makanan sehari-hari bisa saja kebutuhannya masih kurang, dan kemampuan makannya masih belum banyak pada usia 6 hingga 7 bulan.
"Jadi harus dipenuhi dari makan dan formula pertumbuhan yang sudah difortifikasi," imbuhnya.