BERMATA pencaharian di sektor perikanan telah melahirkan kreativitas bagi ibu PKK di Desa Muara Muntai Ilir, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Dengan dorongan ingin mengisi kegiatan di masa pandemi dan menambah pendapatan rumah tangga, desa ini mengadakan pelatihan produktif mengolah berbagai produk makanan. Seperti kerupuk pisang, kerupuk ikan, dan amplang ikan.
Pembukaan pelatihan tersebut rupanya membuat sebagian ibu PKK berinisiatif mengembangan produk sendiri dan ingin memasarkannya secara langsung.
Baca juga: 5 Spot Angkringan di Yogyakarta Ini Dijamin Bikin Kangen
Kesepakatan menggunakan bahan dasar ikan belida hingga mengolahnya menjadi kerupuk ikan belida membuahkan hasil yang manis.
Kerupuk Belida sudah terjual ke berbagai kota, di antaranya, Melak, Kota Bangun, Samarinda, Pulau Jawa, bahkan hingga ke Mesir.
“Kebetulan anak Muara Muntai banyak yang kuliah di Mesir. Ya, mereka bawa sekalian jual di situ. Dan cocok di lidah mereka,” kata Herlina, Ketua PKK Muara Muntai, melansir video channel YouTube iNews Kaltim, Jumat (4/12/2020).
Dalam pembuatannya, ikan belida atau ikan pipih akan dicampur dengan pewarna makanan, tepung tapioka, telur ayam, dan bumbu tambahan lainnya. Semua bahan akan dicampurkan dan dibentuk seperti tabung.