“Kegagalan melukis mungkin diawal-awal ketika baru menekuni sebagai pelukis puding. Tapi puji Tuhan, sekarang sudah tidak pernah lagi,” lanjutnya.
Yulia pun menjelaskan kesulitan utama dalam melukis diatas puding adalah saat melakukan pewarnaan. Ia harus cermat dan teliti supaya tidak melakukan kesalahan sedikitpun, sebab dapat berakibat fatal pada puding buatannya.
“Kesulitan kalau pewarnanya sampai mblobor. Selain itu melukis di atas puding bila terjadi kesalahan shading atau wajah yang dilukis tidak sengaja tercoret kuas dengan warna yang tidak sesuai, itu tidak bisa dihapus. Otomatis harus mengulang dari awal,” tutur Yulia.
Harga merakyat
Harga yang dibanderol Yulia untuk puding lukis buatannya pun terbilang cukup merakyat dibandingkan dengan tingkat kesulitan dalam pembuatannya. Sebab melukis di atas puding membutuhkan keahlian, pengalaman, serta keterampilan khusus yang tidak semua orang miliki.
“Untuk harga yang paling murah Rp175 ribu, sedangkan paling mahal Rp265 ribu,” terang Yulia.
Yulia mengatakan bahwa harga tersebut tidak termasuk apabila pelanggan meminta custom seperti penambahan tema khusus untuk dekorasi pudingnya. Selain itu harga juga tak termasuk dengan penambahan biaya apabila yang dilukis melebihi syarat dan ketentuan darinya.
Dengan profesinya sebagai pelukis puding sejak Agustus 2016, Yulia mengaku mampu melukis hingga lima bentuk wajah dalam satu hari. Sementara itu hasil karya seni pudingnya pun sudah sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia. Khususnya mereka yang berada di Pulau Jawa.
“Kalau pesanan ada yang dari Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Malang, dan Indramayu. Tetapi mereka kirim untuk saudara, kerabat, atau kolega yang ada di Jember,” lanjutnya.Terkait dengan kondisi usahanya di tengah pandemi virus corona Covid-19, Yulia mengaku awalnya sempat terkena dampak yang cukup besar. Bahkan beberapa pesanan melukis puding dibatalkan akibat pandemi.
“Tetapi puji Tuhan, sekarang kondisinya sudah mulai normal lagi bahkan semakin banyak pesanan. Untuk ke depannya saya masih mencoba menggabungkan puding lukis dengan puding art 3D,” tuntasnya.
(Helmi Ade Saputra)