Afrika Selatan membuka perbatasannya untuk beberapa wisatawan internasional pada awal Oktober setelah menerapkan larangan selama enam bulan.
Namun pada saat itu, pembatasan diterapkan pada pengunjung dari negara-negara berisiko tinggi, dengan daftar terbaru termasuk Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia, Brazil, dan India.
Afsel sangat bergantung pada pariwisata, yang sebelum pandemi menyumbang hampir sembilan persen dari produk domestik bruto dan mempekerjakan lebih dari empat persen tenaga kerja.
Perekonomian sudah berada dalam resesi sebelum pandemi melanda, dan salah satu penguncian paling ketat di dunia yang diterapkan negara itu telah memperburuk kesengsaraan. Jutaan warganya kehilangan pekerjaan atau semakin terdesak ke dalam kemiskinan.
(Salman Mardira)