Daily Paper bermula sebagai blog lifestyle, yang kemudian berevolusi menjadi brand fashion kekinian, yang meluncurkan koleksi pakaian dengan ciri khas Afrofuturism yang terinspirasi dari berbagai aspek dari kebudayaan Afrika.
Design flagship store Daily Paper di Manhattan banyak mengambil unsur dari kultur Afrika, dan juga Belanda, seperti atapnya yang menyerupai rumah tradisional Belanda.
Eksterior butik dihiasi dengan kaleng minuman dari Arizona Iced Tea yang berwarna putih, hijau dan hitam yang dipotong manual, dipipihkan, dilem dan dipasang pada panel.
Kaleng-kaleng ini kemudian disusun dengan pola lattice yang cukup rumit dan menyerupai kerajinan tangan tradisional ala Afrika Selatan dan Timur.
(Martin Bagya Kertiyasa)