Sekadar diketahui, terdapat sekira 32.000 UMKM di Jawa tengah yang terdampak pandemi Covid-19. Pemerintah memberikan berbagai stimulus agar mereka kembali bangkit memulihkan perekonomian. Selain itu juga didorong memanfaatkan teknologi informasi untuk mengenalkan sekaligus memasarkan produk.
“Kita mendorong teman-teman UMKM untuk masuk ke online. Jadi kita sekarang melatih pendamping-pendamping UMKM kerjasama dengan seluruh e-commerce dan kita meminta pendamping itu yang melatih UMKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Ema Rachmawati.
“Jadi nanti target 1 pendamping mendampingi 5 sampai 10 UMKM masuk ke online. Untuk target ini sudah mulai banyak, sudah dapat 400-an UMKM yang masuk ke online. Kita kerjasama dengan seluruh e-commerce supaya masuk online, karena dengan e-commerce itu bisa terlihat siapa yang mengunjungi, siapa yang sudah beli, bagaimana perilaku UMKM di online itu,” terang dia.
Menurutnya, penggunaan teknologi informasi sangat dibutuhkan untuk menunjang perkembangan UMKM. Terlebih, pada masa pandemi orang lebih banyak di rumah sehingga mengandalkan akses internet untuk mencari segala informasi, termasuk kebutuhan sehari-hari.
“Saya menyerukan kepada teman-teman UMKM, untuk mau enggak mau Anda sekarang harus masuk online, tidak bisa ditolak lagi. Jadi sekarang ya memang yang sepuh-sepuh (tua) harus mengajak putranya atau orang lain yang memang paham tentang online. Jadi gunakan Android Anda untuk berjualan,” tandasnya.
“Memang sekarang UMKM yang kreatif dan inovatif, yang akan bertahan dan kemudian bisa melesat. Selain yang itu (angkringan tenda), ada juga kerajinan porselen dia bener-bener fokus pada online dan omzetnya naik 500 persen, mi ongklok yang dikemas bagus itu naik 300 persen omzetnya,” beber dia.
Dia menambahkan masih ada kesempatan bagi pelaku usaha kecil untuk mendapatkan Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM). Sebab, dari target 2 juta lebih UMKM, baru terdapat sekira 1 juta UMKM yang mendaftar.
“Ada sekira enam skema yang dibuat oleh Pemerintah Pusat untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN). Terakhir adalah BPUM, itu yang kita mendata dan mensosialisasikan supaya banyak yang mengakses. Sementara yang dari BPUM, kita baru sekira 1 jutaan UMKM, target kita 2 juta lebih,” pungkasnya.
(Rizka Diputra)