Mempunyai teman atau sahabat bisa dianggap menjadi bagian dari keluarga sendiri. Tapi bagaimana jika teman kita itu ada yang toxic?
Hubungan pertemanan dengan orang yang toxic tidak seharusnya berlanjut. Teman toxic secara perlahan bisa merusak kehidupanmu. Banyak hal yang bisa mereka lakukan untuk membuatmu jadi teracuni dan tertular sifat toxic mereka.
Kehidupanmu yang seharusnya tenang, bisa jadi mendadak terasa suram saat berada bersama mereka. Seperti dikutip dari Bustle, berikut cara yang bisa kamu lakukan untuk memutuskan hubungan teman toxic:
1. Utamakan Kehidupan
Saat memutuskan untuk mengakhiri persahabatan yang toxic, lakukan yang terbaik untuk fokus pada hidup sendiri. Karena, biasanya dalam persahabatan yang toxic, kamu terbiasa mengutamakan kebutuhan teman dan sering mengorbankan kebahagiaan sendiri.
Untuk memutus hubungan pertemanan yang toxic, kamu harus menempatkan diri di urutan pertama. Lakukan itu tanpa rasa bersalah apa pun dari dinamika persahabatanmu selama ini.
Baca juga: Sedih Orang Tersayang Meninggal Akibat Covid-19, Pria Ini Jadi Relawan Vaksin
2. Jangan merasa bersalah
Mungkin sulit untuk menerima teman yang buruk. Bagaimanapun, orang ini seharusnya ada untuk Anda, dan mereka gagal. Itu bisa menimbulkan kepahitan yang cukup berat, tetapi perasaan ini perlu dilepaskan, jangan merasa bersalah!
3. Sedih tak jadi masalah
Tidak apa-apa merasa sedih karena meninggalkan persahabatan. Rasakan emosi tersebut dan luangkan waktu untuk merenungkan apa yang bisa dipelajari sewaktu bersama mereka. Menyadari apa yang membuat Anda merasa sangat buruk akan membantu mencegah pertemanan toxic di kemudian hari.
4. Renungkan
Sekali lagi, refleksi akan menjadi bagian yang sangat penting dari proses ini. Ingat, tidak apa-apa mengakhiri persahabatan. Ini mungkin sulit, tetapi Anda akan merasa jauh lebih baik.
5. Jangan terlibat kembali
Jika teman toxic kamu mencoba datang kembali dangan membuat drama, kamu harus tegas untuk tetap tidak mau terlibat. Seorang teman yang toxic memiliki pola alami untuk menciptakan drama dan tahu bagaimana mengikat orang ke dalam 'teater' mereka dengan manipulasi. Jadi penting bagi kamu untuk bertindak tegas dan tidak tertipu lagi dengan mereka.
(Kemas Irawan Nurrachman)