PANDEMI Covid-19 sudah delapan bulan melanda bumi. Indonesia ikut merasakan dampak luar biasa. Sektor pariwisata sempat mati suri dan kini sedang berupaya bangkit lagi. Pelaku usaha dan pekerja pariwisata kini sedang beradaptasi dengan era kenormalan baru.
Seorang warga di Uluwatu, Bali yang juga pemilik Malini Agro Park Uluwatu, I Wayan Tana mengatakan, sejak masa pandemi Covid-19, mereka tidak lagi menanam banyak sayuran karena minim permintaan sehingga untuk bertahan hidup mereka menanam singkong untuk dikonsumsi sendiri.
“Selama pandemi ini kami tidak ada pemasukan, permintaan suplai sayur juga hampir tidak ada. Pegawai di sini sudah setengahnya lebih dikurangi dan kami menanam singkong untuk bertahan hidup dan dikonsumsi sendiri,” ujar I Wayan seperti dilansir dari Koran SINDO, Senin (26/10/2020).
Baca juga: Pantai hingga Goa, Ini 5 Tempat Wisata Populer di Kebumen
Prawira, seorang pemandu wisata, mengaku sejak pandemi kunjungan turis menurun drastis sehingga berdampak juga pada pendapatannya sehingga dia pun harus putar otak agar dapur tetap ngebul.
Selain memandu turis ke destinasi wisata, pada kondisi normal Prawira juga kerap mengantar turis menonton pentas Tari Kecak. Namun, sejak pandemi, nyaris tak ada lagi pertunjukan tari kolosal tersebut.
Menurut Prawira, pertunjukan Tari Kecak biasanya melibatkan sekitar 60-100 orang penari. Sejak pandemi, potensi pemasukan dari pentas Tari Kecak yang dalam sebulan bisa menghasilkan hingga Rp6 miliar pun hilang.
“Tari Kecak biasa dihadiri 1.200-an tamu dengan harga tiket Rp100.000 per orang dan pertunjukan dua kali sehari. Itu bisa menghasilkan Rp240 juta sehari atau kisaran Rp6 miliar dalam sebulan. Pelaku seni di Bali yang menjadikan profesi penari freelance akhirnya tidak ada sumber pemasukan,” ungkapnya.
Baca juga: 7 Tempat Wisata Belanja Terbaik di Bali, Nomor 6 Lokasi Syuting Film Hollywood
Sedangkan Lalu yang berprofesi sebagai pedagang jagung bakar di Jimbaran Bali mengaku harus pulang kampung dan menjadi petani tembakau saat awal masa pandemi. Namun, saat ini seiring berangsur pulihnya wisata di Bali, akhirnya dia kembali ke Jimbaran.
“Saya sempat pulang kampung ke Lombok karena pandemi tempat wisata ditutup. Tapi, sekarang kembali jualan lagi meski lebih sering sepi. Malam ini kebetulan sedang agak banyak tamunya,” ungkap Lalu.