Kedua, pastikan sebelum keklinik dapat melakukan perjanjian terlebih dahulu dengan klinik, sehingga tidak perlu mengantre dan saling bertemu dengan pasien lainnya. “Kami memang melakukan pembatasan pasien setiap harinya, di ruang perawatan juga diberi jarak agar tidak berdekatan,” katanya.
Menurut dokter kelahiran 1983 ini, pihaknya juga melakukan screening pasien seperti kewajiban penggunaan masker, pemeriksaan suhu badan, pemberian antiseptic dan dengan mengajukan beberapa pertanyaan ke pasien, melakukan wawancara untuk mencari tahu apakah pasien melakukan perjalanan selama 2 minggu terakhir atau melakukan kontak dengan pasien terdeteksi covid-19.
Tim medis dan beautician juga diwajibkan dalam menjalankan tugasnya menggunakan masker, faceshield, sarung tangan, dan seragam khusus, Ujarnya.
“Bahkan kami dalam melakukan massage juga menggunakan sarung tangan untuk menghindari kontak langsung antar kulit. Memang agak kurang nyaman, tapi demi kebaikan bersama,” kata dr Ferlinna.
(Martin Bagya Kertiyasa)