Melestarikan Gerabah Peninggalan Leluhur Sentani

Edy Siswanto, Jurnalis
Selasa 13 Oktober 2020 07:04 WIB
Gerabah karya warga Desa Abar, Sentani, Papua (Foto: Edy Siswanto/Okezone.com)
Share :

MEWARISI dan melestarikan budaya peninggalan leluhur ialah hak sekaligus kewajiban bagi generasi penerus, kata ini pastinya banyak dari kita yang sepakat, apalagi budaya yang diwariskan memiliki kaitan erat dari sebuah peradaban manusia.

Menyoal warisan budaya dan pelestariannya, Okezone ingin mengajak untuk melirik sedikit warisan budaya warga Sentani Kabupaten Jayapura, utamanya warga yang mendiami perkampungan disekitar Danau Sentani.

Wilayah Kabupaten Jayapura, Baik di Sentani maupun sekitarnya adalah wilayah dengan segudang potensi wisata. Alam yang indah, Danau Sentani dan beberapa danau yang sangat menawan ditambah kekarnya Sang Gunung Cyclop membuat wilayah berjuluk Matahari Terbit ini menjadi salahsatu destinasi wisata andalan jika dikelola baik.

Belum lagi kekayaan atas peninggalan sejarah, baik sejarah masa Perang Dunia II atau perang kemerdekaan, maupun peninggalan sejarah masa lampau yang cukup banyak ditemukan di wilayah ini. Lalu, sisi warisan budaya, apa saja yang dilestarikan oleh masyarakat di Sentani Kabupaten Jayapura ini?

Ya, banyak sebetulnya, mulai dari lukisan kulit kayu, tarian hingga gerabah atau benda lain yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari warga.

(Foto: Edy Siswanto/Okezone.com)

Kali ini Okezone akan mengulas gerabah, peninggalan sejarah yang masih dilestarikan hingga saat ini, melalui pandangan arkeolog dan warga pengrajin langsung.

Gerabah sejatinya adalah sebuah wadah yang terbuat dari tanah liat dan berdasar riset arkeolog, Gerabah mulai ada pada zaman bercocok tanam, atau masa manusia prasejarah mengenal mencari ikan atau sekitar 10.000 tahun yang lalu (Gardner 1978).

Sementara di Sentani, oleh arkeolog senior Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto menyebut, Gerabah mulai ada sekitar 2.590 tahun yang lalu dan digunakan untuk memasak ikan atau membuat Papeda di Danau Sentani. Hal ini diketahui berdasar pertanggalan pada sampel arang yang ditemukan bersama artefak gerabah di situs Yomokho, Khalkote, Distrik Sentani Timur.

Gerabah di wilayah Danau Sentani kebanyakan ditemukan bermotif garis-garis, namun pernah ditemukan gerabah bermotif buaya di wilayah Yope Danau Sentani bagian barat. Buaya memang binatang endemik Danau Sentani di masa lalu. Inipun diabadikan dalam sebuah dari tradisional warga setempat, yang dikenal dengan tradisi pemanggilan buaya.

Selain di wilayah Yomokho dan Yope, gerabah peninggalan prasejarah juga ditemukan di wilayah situs Pulau Mantai, Pulau Kwadeware, Situs Megalitik Tutari, Situs Warakho, situs Ayauge, dan di situs Yomokho Dondai.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya