Memanfaatkan teknologi di tengah pandemi seperti sekarang akan sangat disarankan bagi para ibu hamil. Hal ini penting untuk meminimalisir pertemuan dengan orang lain dan memastikan Anda tidak keluar rumah yang cukup berisiko.
Karena itu, layanan seperti telemedis hadir guna memberi solusi untuk para ibu hamil yang disarankan tidak ke rumah sakit kecuali keadaan darurat. Tapi, apakah memanfaatkan telemedis membantu para ibu hamil mengatasi keluhannya?
Diceritakan Meidina Iskandar, sebelum lahiran, ia sempat khawatir dengan banyak hal, terlebih ini adalah kehamilan pertamanya. Jadi, ketika ada keluhan kecil apa pun, dia akan langsung kontak dokter kandungannya.
Hal itu dia pilih karena dirasa keluhannya bisa dikendalikan tanpa harus ke rumah sakit. Tapi, saat keluhannya sudah tidak bisa diobservasi sendiri, seperti kram perut, ia pun disarankan dokternya untuk ke rumah sakit.
'Jadi, kalau memang keluhannya bisa diobservasi sendiri, ya, tidak usah ke rumah sakit. Beda cerita kalau memang keluhannya tidak biasa dan sulit diobservasi sendiri, dokter pun akan nyaranin kita ke rumah sakit untuk diobservasi lebih lanjut," terangnya dalam Webinar bertajuk 'Antenatal Care, Apa yang Harus Diperhatikan?', Rabu (7/10/2020).
Nah, bicara soal observasi sendiri, Meidina yang saat itu mengeluhkan kram perut menjelaskan, dokter kandungannya akan bertanya, 'kalau diskalain, kram perutnya ada di skala berapa? Kemudian, keluhan itu terjadi berapa menit sekali?'. Keluhan itu pun waktu itu muncul saat dirinya sudah di usia kehamilan 8 bulan.