“Meksipun SGLT2 belum diketahui bisa menghambat (proses terjadinya gagal jantung) dari jalur mana, namun dari penelitian terbukti efeknya sangat positif untuk pasien gagal jantung, baik disertai diabetes maupun tanpa diabetes,” tambahnya.
Bila pasien diabetes, hipertensi maupun penyakit jantung koroner saat terdiagnosis pertama kali sudah memiliki gejala awal gagal jantung. Dokter Siti menyarankan, untuk memberikan terapi agresif dengan tujuan memperbaiki kualitas hidupnya akan mencegah perawatan rumah sakit berulang.
Baca juga: Cantiknya Amanda Manopo Pakai Dress Kupu-Kupu, Bang Billy: Baby I Like It
“Dengan begitu kualitas hidup pasien membaik dan tidak berkembang menjadi gagal jantung tahap akhir,” tuntasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)