5 Mitos Diet yang Seringnya Jadi Hoax

Dewi Kania, Jurnalis
Selasa 25 Agustus 2020 20:30 WIB
Ilustrasi. (Foto: Healthcare)
Share :

BERAGAM jenis diet untuk menurunkan berat badan rela dilakukan seseorang selama beberapa waktu. Tapi sayangnya, masih banyak pula mitos diet yang beredar hingga kini.

Dari mulai menjalani diet keto hingga intermitten fasting, ada mitosnya masing-masing. Anda harus memilah mitos diet atau memang fakta agar tak merugikan diri sendiri.

Jika merujuk pada Herbalife Nutrition’s Asia Pacific Nutrition Myths Survey 2020, sekira 68 persen mitos diet muncul di media sosial. Tak sekadar mitos, informasi seputar nutrisi makanan atau pola makan seseorang juga banyak dijelaskan di media sosial.

Namun menurut Senior Director, Worldwide Nutrition Education & Training Susan Bowerman, tak sedikit masyarakat sulit membedakan mitis diet yang beredar di media sosial. Lebih-lebih mitos itu malah jadi hoax.

Baca Juga: Air Kelapa Bisa Kurangi Risiko Keparahan Covid-19

Nah, berikut lima mitos diet yang seharusnya ditinggalkan saja agar Anda nyaman melakukan gaya hidup sehat. Simak penjelasan selengkapnya, ditulis Selasa (25/8/2020).

Diet ketogenik lebih sehat untuk menurunkan berat badan

Jika seseorang menjalani diet ketogenik atau diet keto, dituntut untuk makan lebih sedikit karbohidrat, sumber protein sedang, namun mengandalkan makanan tinggi lemak. Nah, mitos diet keto disebut-sebut lebih sehat daripada diet lainnya. Tahu enggak, Okezoners, meskipun Anda menjalani diet, karbohidrat, protein juga lemak tetap dibutuhkan dalam batas porsi sewajarnya.

Cleansing diet minum jus saja

selama ini orang percaya bahwa minum jus sama sehatnya dengan makan buah atau sayuran yang tak diolah lebih dulu. Bahkan minum jus diandalkan sebagai metode cleansing diet. Cara ini ternyata salah, karena sayur atau buah pada dasarnya tidak mengandung protein, sehingga Anda tidak dapat mempertahankan massa otot tubuh.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya