Dokter Spesialis Kejiwaan Primaya Hospital Bekasi Barat dr Alvina, SpKJ menjelaskan, salah satu risiko yang akan dialami pelaku swinging adalah rusaknya hubungan mereka dengan pasangannya.
"Bila ternyata masalah dalam hubungan seksual dengan pasangan menjadi latar belakang dilakukannya perilaku seks bertukar pasangan dan masalah tersebut tidak diselesaikan, maka hal ini tentu akan berdampak buruk pada pernikahan orang tersebut," ungkap dr Alvina melalui pesan singkat yang diterima Okezone Selasa, (4/8/2020).
Menurut dr Alvina, perilaku swinging juga akan menjadi sangat buruk jika ternyata tidak disetujui kedua belah pihak. "Dampaknya dapat menimbulkan masalah lain dalam pernikahan," tegasnya.
Di sisi lain, risiko masalah kesehatan pun menjadi ancaman serius para swinger. Ya, aktivitas seksual bertukar pasangan membuat Anda berhubungan badan dengan banyak orang dan ini cukup berbahaya, khususnya pada risiko masalah kesehatan alat kelamin yakni infeksi menular seksual (IMS).
Dikutip dari Time, dalam hasil penelitian di Belanda, swinger pada usia di atas 45 tahun sangat rentan terhadap penyakit. Para peneliti pun melihat bahwa aktivitas swinging menjadi jembatan seseorang memiliki penyakit kelamin.