Ikan tuna merupakan salah satu ikan yang disukai oleh banyak orang. Selain lezat juga gizinya yang tinggi membuat banyak orang menyukainya.
Restoran Jepang sering menyediakan ikan tuna yang disajikan mentah sebagai sashimi. Nah, ikan tuna ini amis jika tak diolah dengan benar.
Berikut ini cara mengolah ikan tuna secara tepat agar tidak amis.
1. Kenali Jenisnya
Sebelum membeli ikan tuna, sebaiknya Anda mengetahui jenis-jenis ikan tersebut. Tuna yang dijual secara beku biasanya berasal dari luar negeri dengan warna merah muda. Namun, tuna lokal terdiri dari berbagai jenis dengan warna yang berbeda-beda, tergantung tempat ditangkapnya. Ada ikan tuna dengan daging yang lebih putih, ada juga yang gelap.
2. Pilih ikan tuna segar
Seperti dilansir dari Sindo News, ciri ikan tuna segar yaitu memiliki bau amis yang tidak menyengat. Selain dari aromanya, bisa melihat tingkat kesegaran ikan dari kulitnya yang lembab. Membeli ikan tuna yang utuh lebih mudah untuk mengetahui tingkat kesegarannya daripada ikan tuna potongan.
3. Persiapkan ikan tuna
Daging ikan tuna mempunyai serat yang panjang. Anda bisa mengiris ikan tuna sesuai dengan kebutuhan, misalnya irisan tipis untuk sashimi atau irisan lebih tebal untuk gulai. Agar mengiris ikan tuna menjadi lebih mudah, buang kulit ikan tuna karena teksturnya licin dan kurang enak dimakan.
4. Gunakan bumbu yang tepat
Tuna adalah ikan yang sudah lezat. Meskipun proses memasaknya hanya menggunakan garam dan lada, ikan tuna tetap akan terasa nikmat. Hindari menggunakan rempah-rempah dengan aroma kuat karena bisa mendominasi rasa gurih alami ikan tuna.
Baca juga: 3 Hal yang Terjadi Jika Kamu Terjebak Masa Lalu, Berusahalah Move On!
5. Pilih metode memasak yang tepat
Ikan tuna bisa dimasak dengan berbagai metode. Mulai goreng, kukus, tumis, hingga bakar. Namun, yang terpenting adalah tidak memasak ikan tuna terlalu lama dengan suhu tinggi karena dapat merusak nutrisinya. Masak tuna menggunakan suhu 80 derajat celcius selama 7-8 menit. Perhatikan tekstur ikan, jangan sampai menjadi cokelat dan keras.
(Dyah Ratna Meta Novia)